Israel, Flotilla, & Gaza

Mavi Marmara on the way to Gaza

Israeli forces have attacked a flotilla of aid-carrying ships aiming to break the country’s siege on Gaza. [Read more on Al-Jazeera]

Israel says it allows about 15,000 tonnes of humanitarian aid into Gaza every week. But the UN says this is less than a quarter of what is needed. [Read more on BBC News]

Two Malaysians, journalist Ashwad Ismail and cameraman Shamsul Kamal Latip from Astro Awani, were on board the Turkish ship Mavi Marmara that was leading a convoy of six aid ships to blockaded Gaza that was attacked by an Israeli warship on Monday, killing 15 people and injuring many more. Their fate is still unknown, said a senior Astro Awani source. [Read more on The Star]

Gaza Flotilla [source]

Wake-Up Call!

“Apakah kekalahan demi kekalahan yang menimpa umat Islam selama ini berlaku tanpa sebab?

Apakah kejatuhan kuasa Islam hanya disebabkan oleh faktor luar?

Sesungguhnya mencela kaum Yahudi yang melakukan kerosakan, tidak lebih daripada sekadar kata pepatah Melayu, SEPERTI MARAHKAN ANJING MENYALAK BUKIT. Yahudi dan kerosakan sudah sinonim, maka janganlah kita sekadar marahkan Yahudi, sebaliknya cerminlah diri kita, apakah yang sedang berlaku kepada umat Islam sendiri?”

-Ustaz Hasrizal, saifulislam.com-

[Baca lanjut di sini]

Qunut Nazilah

Allahumma a-’izzal islama wal muslimin

(Ya Allah, muliakanlah Islam dan Muslimin)

Allahummansur-na ‘alal kaafiriin

(Ya Allah, tolonglah kami ke atas orang kafir)

Allahummansur ikhwanana fi Ghozza wa fi Falasthin

(Ya Allah, tolonglah saudara-saudara kami di Gaza dan Palestin)

Allahummansur mujahidina fi Ghozza wa fi Falasthin

(Ya Allah, tolonglah Mujahidin di Gaza dan Palestin)

Allahumma ya munzilal kitab

(Ya Allah yang menurunkan kitab iaitu Al-Quran)

wa ya mujriyas sahab

(dan yang menggerakkan awan)

wa ya haazimal ahzab

(dan yang memusnahkan Pasukan tentera kafir Ahzab)

ihzimhum (3x)

(musnahkan mereka!)

wansurna ‘alaihim

(dan tolonglah kami ke atas mereka)

Allahu’alam.

Exam Is Over, Not The T.O.L

*T.O.L – test of life*

Alhamdulillah, semalam exam telah pun tamat and I don’t feel good about it. It feels like there’s a pendulum about 200g of weight hanging just below my chest. It might seem to be small, but it’s there. The feeling of uneasiness.

To calm myself or make myself feel less guilty, I remind myself with these ayahs, the first one;

Demi sesungguhnya! Kami akan menguji kamu dengan sedikit perasaan takut (kepada musuh) dan (dengan merasai) kelaparan dan (dengan berlakunya) kekurangan dari harta benda dan jiwa serta hasil tanaman dan berilah khabar gembira kepada orang-orang yang sabar. [2:155]

Takut + kekurangan harta + kekurangan jiwa = uneasiness

It is found that to solve this equation, we need a constant, which is ‘sabar’.

Plus, I do hope I’ll be one of the people stated in the next ayah:

(Iaitu) orang-orang yang apabila mereka ditimpa oleh sesuatu kesusahan, mereka berkata: Sesungguhnya kami adalah kepunyaan Allah dan kepada Allah jualah kami kembali. [2:156]

Because Allah promises, the ones who belong to that group of people are the ones who get His kindness, love, and guidance:

Mereka itu ialah orang-orang yang dilimpahi dengan berbagai-bagai kebaikan dari Tuhan mereka serta rahmatNya dan mereka itulah orang-orang yang dapat petunjuk hidayatNya. [2:157]

I always believe, whatever Allah gave to us in this world, be it the luxuries or miseries of life; both are tests from Allah. The most important thing to realise, it’s not how big the tests are but how truthful I am with the tests Allah has given me.

Truthful in the sense, how true I am with what I believe. Allah reminds us in the following ayahs:

Patutkah manusia menyangka bahawa mereka akan dibiarkan dengan hanya berkata: Kami beriman, sedang mereka tidak diuji (dengan sesuatu cubaan)? [29:2]

Dan demi sesungguhnya! Kami telah menguji orang-orang yang terdahulu daripada mereka, maka (dengan ujian yang demikian), nyata apa yang diketahui Allah tentang orang-orang yang sebenar-benarnya beriman dan nyata pula apa yang diketahuiNya tentang orang-orang yang berdusta. [29:3]

It is typical, everytime we (especially me), are faced with tests from Allah, we (especially me) will go and look for all of these ayahs. To justify all our (especially me) weaknesses and to feel less guilty.

No, I’m not saying it is wrong. We (especially me), should be thankful to Allah because despite all of our mistakes, He still show us the way to look back and ponder upon His words. Alhamdulillah. As a friend of mine tweeted on his Twitter:

“Kalau kita diuji dengan sangat berat, bersyukurlah, at least Allah ingat kita. Macam mana kalau Allah biarkan kita seronok dengan dosa? Nauzubillah” [A Amri, 2010]

I should even be ashamed of myself if I want to consider this test SO BIG. As an ustaz wrote to us in a mailing list:

“Ada juga yang mengaku beriman, tapi bila diuji dia merasakan ancaman manusia sudah cukup hebat seperti azab Allah kepada orang tidak beriman. Itulah orang munafaq” [Ustaz Abduh, 2010]

Astaghfirullah. Nauzubillah min zalik. We must always remember that Allah also tells us; He will never burden a soul greater that it can bear, [2:286].

Nevertheless, no matter how hard we (especially me) try to justify our wrong-doings, weaknesses, and carelessness (in handling the luxuries of life – good health, free time, money,  influence, etc), what is wrong is still wrong.

Say, a person has been stealing money from someone; eventhough the stealer tried to justify that he/she stole because he/she was really in need of money, the act of stealing is still wrong in the first place.

Same goes to us (especially me). No matter how hard I tried to think  on how should I explain this situation, if it’s wrong, so it’s still wrong. I guess, the best and proper thing to do is to admit our (especially me) faults and repent.

Allah reminds us again in the next ayah after the 2 ayahs above:

Bahkan patutkah orang-orang yang melakukan kejahatan menyangka bahawa mereka akan terlepas dari azab Kami? Amatlah buruk apa yang mereka hukumkan itu. [29:4]

If we are being tested in this life and yet we become more and more rebellious to Allah, we are indeed at the losing end. That is why, how we react towards the test that actually matters not the test itself.

To conclude, we (especially me) should ask ourselves is the test that we are facing makes us a better better person or vice versa? (in the eyes of Allah, not human-beings).

Another friend of mine tweeted:

Don’t wish it was easier, wish we were better. [Jpah, 2010]

‘Better’ means a better muslim.

Tidak ada sesuatu kesusahan (atau bala bencana) yang ditimpakan di bumi dan tidak juga yang menimpa diri kamu, melainkan telah sedia ada di dalam Kitab (pengetahuan Kami) sebelum Kami menjadikannya; sesungguhnya mengadakan yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. [57:22]

(Kamu diberitahu tentang itu) supaya kamu tidak bersedih hati akan apa yang telah luput daripada kamu dan tidak pula bergembira (secara sombong dan bangga) dengan apa yang diberikan kepada kamu dan (ingatlah), Allah tidak suka kepada tiap-tiap orang yang sombong takbur, lagi membanggakan diri. [57:23]

Boleh jadi ini peringatan Allah, jangan sombong wahai Syafiqah!

Allahumma anta rabbi laa ilaha illa anta (Ya Allah ya Tuhanku, Engkau Rabbku, tiada yang layak disembah melainkan Engkau)

kholaqtani wa ana ‘abduka (Engkau yang menciptakanku dan aku hamba-Mu),

wa ana ‘ala ‘ahdika wa wa’dika mastato’tu (dan aku berada dalam perjanjian dengan-Mu, ikrar kepada-Mu <yang akan kulaksanakan dengan> segala kemampuanku),

a’uzubika min sharrima sona’tu (aku berlindung kepada-Mu daripada kejahatan apa-apa yang telah aku lakukan),

abu-u laka bini’matika ‘alayya (aku mengakui nikmat-Mu kepadaku),

wa abu-u bidzanbi (dan aku mengakui dosaku), farfighlii (maka ampunilah aku), fainnahu la yaghfiru dzunuba illa anta (kerana tiada yang akan mengampuni dosa-dosa, melainkan Engkau).

*Sayyidul Istighfar* [Hadis Riwayat Bukhari]

p.s. A good piece of writing by Dr. MAZA about ‘Doa‘.

Allahu’alam.

WOW 2010!! [TerbaboWowWOWwie!]

2 tahun lepas, aku telah hadir ke WOW 2008.

Alhamdulillah.

Perasaan? Pengalaman?

MasyaAllah!

Memang WOW lah! 🙂

Ada adik, cousins, rakan-rakan, sanak-saudara, mahupun jiran tetangga yang akan FLY ke United Kingdom, Republic of Ireland, Czech Republic, United States, Australia, New Zealand, India, dan lain-lain bermula September 2010?

Sila promo kepada mereka,

WOW 2010!

[click for more WOW! mania…Wallaweh cartoon] 🙂

Read More »

Biology Is Interesting Indeed!

A Mother’s Day Song (Biologically)

To make one me you just add
Half of mom and half of dad
That is what I once believed
But I know now that I was wrong
I got so much more from you mom
Than just half a set of genes
I got nutrients and transcription factors
and nearly everything that matters
plus my prenatal environment (transplacental inheritance)
mRNA, mitochondria,
That back in the day once belonged to ya (they’re cytoplasmic)
and I just want to thank for supplying them

Just like two strands of DNA are spirally entwined
Your nature and your nurture are inspiringly combined
Scientists remind me and I find that it is true
Slightly more than half of everything I am is thanks to you

Mitochondria power my cells
and they have DNA as well
Transcription factors modulate transcription
And since they’re in the cytoplasm
The eggs the only one that has em
and sperm I guess they don’t have much ambition

My sex determination gene means that I’m a guy
From you I got my X chromosome, from Dad I got my Y
X has over a thousand genes, Y has less than 92
Thats why more than half of everything I am is thanks to you

I roomed in your womb for nine whole months and never paid the rent
Your glucocorticoids shaped my hypothalmic development
I took in your blood and sucked it dry of every nutrient (it’s gross but true)
Sometimes I wonder where the time went (where did it go)
Sometimes I wonder where it went

I know I’ll never understand all you have done for me (I’m not that smart)
But since you paid for college I’ll get my B. S. degree (bachelor of science)
And I have learned it’s not BS but absolutely true
Slightly more than half of everything I am is thanks to you.


p.s. Dapat lagu ni dari blog Jpah. Hehe, especially dedicated to my doctor-to-be friends and biologist-to-be friends. To SPM students, never dislike Biology and don’t be so stressed out studying Biology because Biology is very interesting indeed! All the best to all of you. 🙂

And most importantly, be a good child and love our mum (and dad)!

Dan Kami wajibkan manusia berbuat baik kepada kedua ibu bapanya; ibunya telah mengandungnya dengan menanggung susah payah dan telah melahirkannya dengan menanggung susah payah. Sedang tempoh mengandungnya berserta dengan tempoh menceraikan susunya ialah dalam masa tiga puluh bulan.

Setelah dia besar sampai ke peringkat dewasa yang sempurna kekuatannya dan sampai ke peringkat umur empat puluh tahun, berdoalah dia dengan berkata: Wahai Tuhanku, ilhamkanlah daku supaya tetap bersyukur akan nikmatmu yang engkau kurniakan kepadaku dan kepada ibu bapaku dan supaya aku tetap mengerjakan amal soleh yang Engkau redai; dan jadikanlah sifat-sifat kebaikan meresap masuk ke dalam jiwa zuriat keturunanku. Sesungguhnya aku bertaubat kepadamu dan sesungguhnya aku dari orang-orang Islam (yang tunduk patuh kepadamu).

Al-Ahqaf : 15

Allahu’alam.

Existence Due To Absentness

Student: Excuse me sir, does cold exist?

Professor: What kind of a question is this? Of course it exists. Have you never been cold?

Student: In fact sir, cold does not exist. According to the laws of physics, what we consider cold is in reality the absence of heat.

..

.

Student: Darkness does not exist either. Darkness is in reality the absence of light.

Student: Evil does not exist. It is just like darkness and cold. God did not create evil. Evil is the result of what happens when man does not have God’s love present in his heart.

*************

Video ni aku dapat tahu dari post kawan-kawan di Facebook. Menarik jawapan budak tu, kejahatan yang wujud di dunia ni adalah akibat ‘ketidakhadiran’ sesuatu unsur yang baik.

Ada satu rantaian peristiwa semepena Piala Dunia yang bakal bermula;

Alkisahnya di suatu hari…

Read More »

Couple V

Just wanna share with you a couple of videos. Ceramahs by brother Nouman Ali Khan (USA). It’s not like the typical ceramah by ustaz or ustazah, I don’t know, I think the way he presents his ceramah is not-really-ceramah-like. heh.

Enough said, enjoy these 2 ceramahs aite! 😉

Islam & Ego

“…the one who has a mustard seed of arrogance, Jannah is not open to him. Why did Iblees refuse to bow to Adam? Jealousy over a religious honour…the ‘facade’ of being religious…”

Laghwi


“Those who, especially in regards to al-laghwi (useless activity or speech), they ignore it”

Al-Mukminun : 3

Allahu’alam.

Akhirnya, Britain ada PM baru!

Pada 6 Mei 2010 (Khamis) yang lalu, telah berlangsung UK General Election. Namun, setelah pengundian tamat dan pengiraan undi selesai (Jumaat), didapati tiada satu pun daripada parti yang bertanding mendapat majoriti (baca: menang lebih daripada 0.5 keseluruhan kerusi di parlimen, atau House of Commons).

Belakang itu ialah bangunan Parlimen di Westminster, London (Oct 2008)

Hasilnya, hung parliament melanda Britain buat pertama kali selepas tahun 1974. Apa hung parliament? Jika berminat, boleh lihat slideshow ini. Semenjak Jumaat lepas, hinggalah semalam, kerajaan masih gagal dibentuk. Namun akhirnya, Ratu Elizabeth telah memanggil pemimpin Parti Konservatif (parti yang menang paling banyak kerusi parlimen, tapi tidak berjaya mencapai setengah pun daripada keseluruhan kerusi), David Cameron pada lewat petang semalam, supaya beliau membentuk kerajaan.

David Cameron bersalaman dengan Ratu England

Sebelum hari pengundian, 3 parti utama iaitu Labour Party (Parti Buruh), Conservative (Parti Konservatif), dan Liberal Democrats (Parti Liberal Demokrat) telah bersetuju untuk berdebat secara live di kaca TV, tiga minggu berturut-turut di tiga buah tempat berlainan iaitu, Manchester, Bristol, dan Birmingham.

First Election Debate on ITV1 (Manchester)

Second Election Debate on SkyTV (Bristol)

Third Election Debate on BBC (Birmingham)

Bezanya

Satu takdir apabila aku sempat berada di bumi UK ketika pilihanraya Britain dijalankan. Mahu atau tidak, aku, seperti ramai lagi yang lain cenderung untuk membandingkan apa yang aku alami di sini dengan apa yang mungkin pernah aku alami di Malaysia.

Membandingkan bukan bermaksud di sini lebih baik atau di sana lebih baik atau sebaliknya. Anggaplah perbandingan itu sebagai satu fitrah manusia apabila melihat perbezaan. Mana yang lebih baik, terserah kepada yang mengalami sendiri mahupun yang mengikuti dari kejauhan.

Rakyat Malaysia layak mengundi di UK General Election kerana Malaysia adalah sebuah negara Komanwel. Jadi, tidak melepaskan peluang itu aku mendaftar dan mengundi sekali. Proses mendaftar, hanya perlu download borang dari website ini (ala-ala SPR di Malaysia), print, dan isi. Pada 20 April 2010 yang lalu (hari terakhir pendaftaran), aku menghantar borang itu ke Bath local council.

Mudah. (err, aku tak pasti bagaimana pendaftaran pemilih dibuat di Malaysia)

Mulanya, tak terasa pun hendak melibatkan diri dalam semua ni. Pertama kali mengikuti, apabila termuat dalam sebuah akhbar percuma, liputan mengenai debat pertama pada malam sebelumnya. Kesedaranku semakin timbul selepas melihat di Facebook, orang bercakap-cakap mengenai first election debate itu. Tetapi masa tu aku tak menonton terus siaran rakaman, ada coursework yang due. Aku cuma mengikuti laporan pasca debat di suratkhabar.

Hujung minggu itu, aku berjumpa pula dengan sekumpulan manusia, pun ada sebilangannya yang bercakap mengenai first election debate tersebut. Lalu, dalam pertemuan hujung minggu itu, seorang peminat setia isu ini mengongsikan ringkasan debat tersebut.

Minatku bercambah.

Kemudian, minggu selepas itu, universitiku pula mengadakan debat antara calon MP (member of parliament) di peringkat Bath. Ada wakil dari 5 parti yang hadir di universitiku petang itu. Sambutan pelajar bolehlah aku katakan amat menggalakkan. Sehingga tiada tempat untuk aku duduk!

"Question Time" bersama calon-calon MP Bath di dalam salah sebuah dewan kuliah University of Bath(20 April 2010)

Para pelajar yang hadir diberikan peluang untuk bertanyakan apa jua soalan kepada para calon, sehingga sesi itu dimulakan dengan soalan semudah, “What is politics?” dari seorang pelajar yang curious mengapa mereka (baca: students) perlu mengambil bahagian dalam pilihanraya ini.

Di sini, aku sudah mula membandingkan. Bayangkan, di salah sebuah IPTA di Malaysia , tiba-tiba diadakan satu sesi bersemuka dan soal jawab seperti ini antara pemimpin Barisan Nasional dan pemimpin Pakatan Rakyat (since sekarang negara kita seakan-akan menggunakan sistem 2 parti sahaja). Kemudian, pelajar bebas bertanya apa sahaja.

Logikkah bayangan itu? Aku tidak dapat mengelakkan diri daripada bersikap skeptik dengan imaginasi itu. Mana mungkin itu berlaku! (berdasarkan pengalaman kita semua). Dengan Akta Uni dan Kolej Uni (AUKUu) yang melarang sama sekali pelajar terlibat dalam sebarang bentuk connection dengan mana-mana badan/pertubuhan politik.

Mengundi

Sehari dua sebelum mengundi, aku menerima polling cardku. Pada kad itu, tertera alamat tempat membuang undi. Aku tidak pernah sampai ke tempat itu. Setelah di-GoogleMap, tempat itu sangat dekat rupanya dengan rumahku, dalam 5-10 minit berjalan kaki.

Pada hari pengundian, aku berkira-kira sama ada ingin keluar. Dalam fikiranku, terbayang queue yang panjang di tempat membuang undi, sepertimana yang kita biasa lihat semasa musim pilihanraya di Malaysia.

Aku terfikir, lamalah nanti nak kena tunggu. In fact, aku membawa novel Marry Poppins sekali ke tempat pengundian kerana menyangka aku akan menunggu lama.

Jauh panggang dari api, tempat mengundi itu sunyi sepi. Tiada perang poster, tiada FRU, tiada kesesakan, dan sebagainya yang aku biasa lihat di Malaysia.

Tak rasa membazir eh?
Imaginasiku beginilah ramainya, namun ternyata pilihanraya di Malaysia juga yang lebih 'meriah'

Tiada gambar pula di polling station yang aku pergi itu. Aku cuma mengambil gambar kertas undi sahaja. Oh, setibanya di polling station, aku menuju ke meja mendaftar, ketika itu seorang baru berlalu ke meja undi (aku tidak perlu queue lama, sebentar yang amat). Apa yang perlu dibuat?

Cukup sekadar aku menyebut nama dan alamat rumah! Tiada IC diperiksa. Yakin sungguh mereka ini. (btw, ini mungkin merupakan satu kelemahan kerana sistem pemeriksaan identiti yang agak kurang ketat). Di Malaysia yang menggunakan sistem pemeriksaan IC itupun mampu mewujudkan ratusan-ribuan pengundi hantu, aku tak ingin bayangkan jikalau Malaysia menggunakan undang-undang yang longgar juga dalam hal ini.

Kemudian aku ke meja undi. Sempat pula aku ambil gambar kertas undi. Akhir sekali, aku membuat pangkahan di kertas undi tersebut. Itulah yang pertama dalam hidupku.

Bezanya di sini, banyak polling station yang disediakan. Ada seorang kawanku yang duduk dalam satu kawasan perumahan yang sama pun boleh mengundi di polling station yang berlainan dariku. Mungkin ini merupakan faktor mengapa tiada queue yang dahsyat. (namun tak dinafikan ada dilaporkan di beberapa tempat di UK, ramai orang awam yang terlepas untuk mengundi kerana terlalu ramai di satu-satu polling station dan mereka tidak sempat mengundi kerana masa pengundian telah tamat).

Mungkin ini juga faktor bilangan keluar mengundi yang dikatakan tinggi pada general election kali ini. Selain daripada 3 debat live yang juga dikatakan menarik minat lebih ramai orang untuk keluar mengundi.

Kempen

Pernah suatu ketika dahulu, aku terlibat dalam kempen BN di Miri. Aku ada pengalaman menggantungkan poster (aku tak pasti nak panggil apa, bukan kertas tapi plastik) di tepi jalan. Pada ketika itu, SK Luak Miri menjadi tempat pembuangan undi dan rumahku pula berdepan sahaja dengan sekolah itu. Masa tu, terlalu banyak poster di-supply untuk digantungkan.

Baru-baru ini,  dalam mood UK General Election, seorang kawan merespon di Facebook, menjadi satu isu kepada rakyat Britain ini jika parti yang bertanding berlebih-lebihan dalam berposter.

“…parties that resort to campaigning using abundance of printed materials will be damned in this country. diorang kan sayang alam sekitar sampaikan manifesto semua party kena ada green policy juga 🙂 which is a good thing… [Akmal Amri, 2010]”

Setelah aku berada dalam mood membandingkan semenjak dua menjak UK general election ni, aku pun seakan-akan baru tersedar, parti-parti di Malaysia yang biasa kita lihat berkempen selama ni sebenarnya sangat banyak membuat pembaziran dalam perang poster mereka. Selain itu, poster-poster itu juga yang mungkin tertanggal dan mencemarkan alam sekitar pula.

Bawah ini beberapa poster kempen yang menarik:

Poster kempen Parti Konservatif

Wajah dalam gambar tu ialah Gordon Brown, dari Parti Labour merangkap bekas PM Britain yang baru sahaja meletakkan jawatan semalam (kerana gagal membentuk kerajaan setelah Britain berada dalam keadaan hung parliament). [Statement negatif diletakkan di sebelah gambar beliau]

Poster kempen Parti Labour

Seperti yang mungkin kalian sudah kenal, wajah dalam gambar ini ialah David Cameron, pemimpin Parti Konservatif, merangkap PM baru Britain (44 tahun, PM termuda dalam sejarah Britain dalam tempoh 200 tahun). [Statement negatif diletakkan di sebelah gambar beliau]

Kawanku ada memberi komen di blog beliau, poster-poster ni ‘halal’ (baca: dibenarkan di sisi undang-undang);

“…walaupun gambar Gordon Brown dipaparkan macam ni,  tak menjadi satu kesalahan sebab  tak letak nama. Tapi, yang paling penting, semua dakwaan-dakwaan ni benar belaka, bukanlah satu taburan fitnah seperti kat Malaysia…[Luqman, 2010]”

Manifesto

Satu perkara yang menjadi kekagumanku ialah pada cara ketiga-tiga pemimpin parti utama tersebut berdebat dan berkempen. Isu yang mereka sebutkan sememangnya isu ‘national interest‘. Setakat yang aku perasan, tidak disebut pun apa jua bentuk character assasination yang melibatkan masalah/sejarah peribadi pemimpin tersebut.

Tidak tahulah jika berlaku yang negatif dalam kempen di peringkat lokal. Apa yang pasti, di Bath tiada kempen memburukkan peribadi calon secara spesifik. Kalau ada kelemahan pada parti lawan, apa yang ditonjolkan oleh parti berkempen ialah ‘kelemahan pada manifesto’ yang ditawarkan oleh parti lawan. (kalau nak mengalami perasaan ni, sila tonton at least satu daripada 3 buah video debat tersebut)

Sebagai contoh, antara perkara yang aku maksudkan memburukkan peribadi seseorang calon ialah seperti kes liwwat, kes pembunuhan Altantuuya, kes minum arak walaupun diri adalah seorang muslim, dan banyak lagi yang pada pendapat aku mengalihkan highlight sebenar dalam kempen iaitu membincangkan isu yang melibatkan ‘national interest‘.

Dalam isu ini, aku suka dan menyokong komentar Saterawan Negara kita di blog beliau:

“…Kembali kepada soal isi dan cara berkempen, tampaknya, tidak terimbas kesiasiaan atau kecurangan yang mendedah. Ketiga-tiga parti utama itu ternyata sedar akan batasan tindakannya. Parti Buruh coba “membuat” sesedikit kesilapan—contohnya, tidak memperalatkan jentera kerajaan untuk kerja kempen partinya. Malah, Gordon Brown tidak pun mengumumkan sebarang projek gergasi atau mencurahkan dana dulang emas seenaknya.bagi pemancingan undi…[A Samad Said]”

Dalam minggu terakhir kempen, Gordon Brown ada membuat satu kesilapan. Pada suatu hari itu, beliau pergi berkempen di satu tempat. Beliau dijumpakan dengan seorang rakyat tempatan, Gillian Duffy, seorang wanita tua berusia 66 tahun. Dalam pertemuan itu,  Puan Duffy bertanya mengenai isu imigresen – kemasukan orang dari Eastern Europe ke Britain yang nampaknya terlalu ramai.

Nampak mic kecil pada kot beliau?

Selesai sahaja berbual dengan wanita itu, beliau masuk ke kereta. Terlupa menanggalkan mikrofon kecil yang tersangkut di pakaiannya, beliau lantas membicarakan sesi bersama wanita itu dengan pembantu beliau. Beliau mengatakan pertemuan itu ridiculous dan menggelarkan perempuan itu ‘bigoted woman‘. [Baca di sini untuk lanjut]

Media Cetak dan Penyiaran

Menyentuh isu ‘kesilapan’ Gordon Brown (bekas PM Britain sebelum UK General Election 2010), aku sekali lagi teruja dengan media massa dan penyiaran di sini. Biarpun Gordon Brown berstatus “orang kerajaan”, mereka masih telus dan jujur dalam melaporkan apa yang berlaku. Tiada isu, media massa yang melaporkan berita memalukan pemimpin kerjaan seumpama itu akan ‘ditekan’.

Media memberikan liputan yang adil kepada semua parti dan pemimpin parti utama tersebut. Media massa di sini amat berkecuali.

Saban hari aku mengikuti perkembangan kempen dalam suratkhabar. Memang aku nampak dengan ketara keseimbangan liputan yang diberikan kepada ketiga-tiga pemimpin parti utama. (sekali lagi, aku tidak pasti jikalau ada newspaper lain yang aku tak baca berlaku tidak adil).

Nick Clegg (LibDem), David Cameron (Conservative), Gordon Brown (Labour)

Di Malaysia, media pro-kerajaan seperti Utusan Melayu dan Berita Harian, mereka bersungguh-sungguh menonjolkan keburukan Pakatan Rakyat. Di sebelah pihak media alternatif seperti MalaysiaKini, Harakahdaily pula, mereka seringkali dilihat memberi respon negatif kepada apa yang diusahakan oleh kerajaan.

Sama juga syarikat penyiaran di sini, seperti BBC dan SkyTV (aku hanya mula mengikuti  secara online lebih kurang seminggu lalu). Berkecuali dan sama rata dalam membuat liputan TV.

Untuk suratkhabar, aku ada meninjau akhbar Telegraph, Daily Mail, TimesOnline, dan Metro (suratkhabar percuma yang biasa didapati dalam bas setiap pagi Isnin-Jumaat).

Sistem Sokongan

Sesuka hati sahaja aku memberikan tajuk subtopik ini. Apa yang aku ingin sebut, sepanjang tempoh UK General Election, banyak sumber di internet yang sangat membantu para pengundi untuk lebih memahami tentang general election ini sendiri dan yang lebih menarik, akhbar-akhbar mahupun badan berkecuali menyediakan ringkasan manifesto setiap parti bagi memudahkan pengundi membuat pilihan.

Yang paling penting, agar pengundi membuat pilihan berdasarkan manifesto dan ‘national interest‘ (kepentingan nasional) dan bukannya isu-isu picisan tentang kebobrokan individu tertentu atau isu picisan seperti ‘derhaka kepada sultan’, ‘larangan berkempen dalam masjid’, dan banyak lagilah yang pada pendapat aku mengaburi isu sebenar yang perlu di-highlight-kan. (isu rakyat, ekonomi negara, masalah sosial, masalah alam sekitar, dsb)

Antara website yang aku rasakan menarik dan sangat membantu:

Perbandingan Manifesto Boleh Pilih oleh British Broadcasting Company (BBC)

Senarai Penuh Manifesto Semua Parti oleh sebuah badan berkecuali

Lagi Perbandingan Manifesto (versi ringkas) oleh The Economists

Survival Guide Menarik Untuk First-Time Voter oleh BBC

Perbandingan Sistem Pilihanraya oleh sebuah persatuan yang memperjuangkan Electoral Reform

Wikipedia! (walaupun kesahihan kandungan wikipedia ini selalu dipertikaikan, khususnya jika dijadikan reference dalam membuat coursework)

Oh, terlupa untuk memaklumkan, kelayakan pengundi di sini ialah 16 tahun ke atas. (kalau di Malaysia, bayangkan muka-muka ‘kebudak-budakan’ tingkatan 4 yang kita kenal keluar mengundi).

Tapi, aku tidak rasa ia adalah satu kewajaran untuk membandingkan rakyat berumur 16 tahun di Britain dan di Malaysia. Mungkin di sini mereka sedikit matang dalam isu ini, kerana lebih banyak pendedahan dan ruang untuk menyuarakan pendapat diberikan kepada mereka. (maka, jangan kata anak-anak muda di Malaysia ignorant. Kalau ignorant pun adalah disebabkan kurang pendedahan diberikan dan bukannya naturenya sedemikian kerana pemikiran dan kesedaran itu adalah sesuatu yang boleh dibentuk).

Perkara ini disokong oleh seorang warga Malaysia di sini. Sedang kami berborak-borak mengenai UK General Election ini, dia menceritakan tentang telatah anak-anaknya yang bertiga (semuanya lelaki, usia 8 hingga ke 13 tahun).

Ketika dalam kereta, anak-anaknya yang duduk di belakang, boleh dengan galaknya bertanya antara satu sama lain, soalan seperti, “What do you think of Nick Clegg?” Apa lagi, mereka lalu bertukar pendapat seperti bicara orang dewasa sahaja lagaknya.

(Sekali lagi, aku ingin mengajak kita semua untuk berimaginasi; bayangkan ketiga-tiga budak yang dimaksudkan di atas ialah adik-adik kita ataupun cousins kita berusia lingkungan 8-13 tahun itu)

Kata Pakcik itu, perkara ini semua memang dibincangkan di sekolah mereka. Mereka diajar untuk bersikap rasional dalam tindakan. Tatkala ramai mahasiswa Malaysia (seperti aku sendiri) yang tidak tahu-menahu apa itu ‘hung parliament‘, aku dapat rasakan kalau aku bertanya kepada mereka, pasti mereka dengan galaknya menerangkan apa itu ‘hung parliament‘ kepadaku.

Seruan

Aku tak pasti, apa perasaan kalian membaca post ini? Adakah discroll down sahaja, di-skip mana-mana bahagian yang dirasakan tiada berkaitan dengan kalian dan kurang menarik?

Tujuan menulis post ini bukanlah ingin memboringkan kalian tetapi aku merasakan  ianya satu obligation untuk perkara ini dikongsikan. Aku ada harapan agar apa yang aku alami dan lihat di sini dapat dialami dan dilihat oleh rakyat Malaysia. Bukanlah bermaksud semua rakyat Malaysia seramai 26 juta itu perlu ke sini, tetapi cukup dengan mendengar pengalaman seumpama ini daripada mereka yang mengalaminya.

Aku juga tidak berhajat untuk melebih-lebihkan apa yang diamalkan di sini, tetapi aku yakin ada sesuatu yang seluruh rakyat Malaysia, sama ada pemimpin, ahli politik, para penjawat awam, pelajar, dan semua lapisan masyarakat dapat belajar daripada semua ini.

Sila fokus kepada isu sebenar masyarakat kita. Apa kondisi negara kita. Dari segi ekonominya, sosialnya, dan sebagainya. Dari segi ekonomi Malaysia, aku tidak mampu komen. Aku ada zero-knowledge tentangnya. Lihat, aku pun  ignorant bukan?

Kalau tentang sosial, perkara yang menarik perhatian aku (dan agak disturbing) sekarang adalah tajuk-tajuk berita seperti ‘Lagi Mayat Bayi Ditemui‘, ‘Pelajar Lahirkan Bayi Dalam Tandas‘, ‘Pupil Caught Committing Sexual Act‘, dan yang sewaktu dengannya.

Lagi tak boleh diterima, isu ‘Kerajaan Timbang Beri Lesen Pertaruhan (cheit, sopan sungguh ayat, PERJUDIAN sepatutnya) Untuk Piala Dunia‘. By the time aku sedang menaip ni, aku medapat berita di laman Facebook, orang-orang mengongsikan link bahawa ‘BERJAYA Perolehi Lesen Judi Bola Sepak‘. (aku cari di akhbar utama negara, tak jumpa pula. Mungkin belum ada)

Tentang isu lesen judi untuk Piala Dunia ini, nak faham dari segi kewajaran baik-buruk mahupun stand Islam sendiri mengenai isu ini, UZAR ada komentar yang menarik di artikel, ‘Perjudian Bolasepak Akan Di’halal’kan?

Kita seharusnya menilai semua ini dalam membuat pilihan kepada siapa yang seharusnya memerintah negara dan memimpin kita. Kita jangan hanya memikirkan cukup aku hidup selesa, negara aman damai, that’s it. Kita ada suara dan hak untuk memperbaiki keadaan, maka mainkan peranan kita dengan apa cara sekalipun.

Membangkitkan isu-isu ini dalam diskusi harian bersama kawan-kawan, mengongsikan link di Facebook (ni yang paling mudah aku rasa), menulis di blog (ni agak sukar dan macam tak relevan sebab ended-up penulis blog akan hanya kongsikan link berita atau copy+paste sahaja), dan mengundi, jika itu mampu mengubah sesuatu.

Bukan prioriti aku untuk mengajak atau menyeru kalian mengundi jika tiba masanya (orang ‘tidak gemar’ watak yang suruh orang pergi mengundi ni), tapi aku ingin mengajak agar kita bersama-sama melihat apa yang berlaku dalam masyarakat kita dan berfikir bolehkah perkara itu dibiarkan sahaja. Atau ada sesuatu yang perlu dilakukan.

Jika kalian mampu bersetuju ada sesuatu yang perlu dilakukan, maka seterusnya berfikir, berdiskusilah apakah cara-cara untuk kita terlibat secara langsung atau tidak dalam menjayakan ‘sesuatu yang perlu dilakukan’ itu. Mungkin dalam kumpulan usrah, mungkin ketika sembang minum kopi bersama kawan dan sebagainya.

Jika kita Muslim yang beriman dengan Allah dan hari akhirat, pertimbangan dan penilaian kita seharusnya lebih kritikal. Bukankah kita diajar, apa yang kita buat (atau tidak buat), walau sebesar zarah, ada balasannya di akhirat kelak?

Point yang cuba aku sampaikan ialah, jika kita membuat sesuatu, pasti ada kesannya kepada sekeliling kita. Sama juga, jika kita tidak berbuat apa-apa, pun ada kesannya kepada sekeliling kita.

Sebagai contoh, kita ternampak ada kelibat yang mencurigakan memecah masuk rumah jiran kita di suatu malam. Apa reaksi kita, sama ada berdiam sahaja atau menghubungi pihak polis?

Sama ada kita menghubungi pihak polis (melakukan sesuatu) atau berdiam sahaja (tidak melakukan apa-apa), kedua-duanya ada implikasi terhadap jiran kita. Bezanya, implikasi itu baik atau buruk sahaja. Sama ada polis sempat menangkap penceroboh itu atau mungkin jiran kita dicederakan oleh penceroboh itu (atau lebih teruk lagi!).

Begitulah halnya kita dalam perkara melibatkan masyarakat dan negara kita. Kita boleh ambil peranan aktif atau terus bersikap ‘ada aku kisah‘ untuk menatijahkan sesuatu yang baik atau buruk (dengan izin Allah jua).

Coalition Government

Baiklah, untuk menutup entri ini aku simpulkan hasil keputusan UK General Election ini. Oleh kerana Conservative gagal untuk membentuk kerajaan majoriti, maka setelah beberapa hari berbincang, Conservative dan Liberal Democrats bersetuju untuk mengadakan ‘Coalition Government’. Maka, kini Labour (yang dahulunya kerajaan) akan duduk di kerusi pembangkang.

Semua pihak yang terlibat mengakui, tidak mudah untuk mengadakan kerjasama ini. Dengan beberapa polisi yang menjadi asas parti masing-masing yang berbeza, banyak yang perlu dikompromi oleh kedua-dua belah pihak (Conservative dan LibDem). Mereka bersetuju untuk berusaha sehabis baik dalam kerjasama, mengatasi kepentingan parti dan mendahulukan kepentingan rakyat dan negara.

Aku berharap dan mendoakan agar coalition ini akan berjalan dengan baik dan yang paling penting akan mememberikan impak yang terbaik untuk umat Islam di Britain mahupun di seluruh dunia hendaknya. (ketidakstabilan politik di negara besar dan berpengaruh seperti Britain sudah pastinya menjejaskan negara-negara kecil seperti kita)

(macam familiar kan situasi ini….coalition-coalition ni)

Ok, bawah ni gambar Prime Minister dan Deputy Prime Minister baru Britain:

Prime Minister David Cameron (44-yr-old, Conservative) and the Deputy PM Nick Clegg (43-yr-old, LibDem), in front of No.10 Downing Street

Akhir sekali,dalam proses perbincangan dan perundingan sebelum persetujuan untuk membetuk coalition government ini, aku rasa wajar untuk dipuji sikap semua ahli politik yang terlibat.

Sehingga kata putus belum didapati, mereka yang terlibat mengelak untuk membuat spekulasi. Sekali lagi, media massa sangat bijak dan berkecuali dalam membuat liputan. Jikalau dirasa ada yang perlu dikutuk, mereka kutuk, dan jika ada yang perlu dipuji, mereka puji, dan semua itu dibuat bukanlah untuk ‘menjaga periuk nasi’ mereka.

Mereka tidak mengambil kesempatan untuk ‘memperbodohkan’ rakyat kerana mereka sedar perkara seperti itu ‘tidak jalan’ dengan rakyat di sini.

Satu perkara lagi, sikap ‘dah kalah, buat cara kalah’ Labour pimpinan Gordon Brown sangatlah juga aku respek (tak kalah pun sebenarnya, in fact Labour no.2 dalam keputusan pilihanraya). Selain meletakkan jawatan sebagai PM, beliau juga meletakkan jawatan sebagai ketua Labour Party.

Walaupun hakikatnya Gordon Brown adalah yang berhak membentuk kerajaan  in the first place menurut perlembagaan, tetapi beliau ‘tidak gila kuasa’ dan ingin juga mengekalkan post beliau. Beliau akhirnya meletak jawatan semalam yang membuka ruang kepada Conservative untuk dijemput oleh Ratu England untuk membentuk kerajaan. Ucapan perletakan jawatan sebagai PM oleh beliau semalam boleh dikatakan touching.

(aku teringat pula dengan seorang pemimpin politik tanah air yang sesudah video skandal seksnya terdedah, dia masih ingin jadi pemimpin parti)

Gordon Brown bersama isteri dan anak-anak meninggalkan No.10 Downing Street buat kali terakhir

Penutup

Aku akui yang aku berfikir juga, andai katalah seorang kawanku yang belajar di Australia dan punyai kecenderungan yang sama denganku lalu menulis sesuatu seperti ini mengenai pengalamannya di Australia, mungkin sahaja aku tidak  bother dengan perkembangan semasa Australia yang dia ceritakan.

Namun, aku berharap, jika tidak banyak, sedikit, apa yang aku coretkan ini bermanfaat kepada yang membaca. Mungkin juga aku salah dalam menilai pengalamanku ini, maka aku memohon perlindungan Allah agar terhindar daripada segala implikasi negatif hasil apa yang aku tulis ini.

Kepada kawan-kawan yang tidak berada di UK dan mempunyai kecenderungan yang sama denganku, sila manfaatkan segala link dan juga video debat di atas. Tentu ada sesuatu yang boleh dipelajari.

Lebih-lebih lagi jika kalian bercita-cita ingin membela rakyat, menegakkan keadilan dan kebenaran melalui demokrasi berparlimen di negara kita (kerana itu ruang yang ada, bukan kerana kita mengakui demokrasi berparlimen adalah sistem terbaik), ada banyak yang boleh diambil iktibar.

Mungkin satu learning curve dalam mempersiapkan diri kalian ke arah itu. 😉

Quoted from a document entitled, “Voting in Islam” published by Islamic Forum of Europe;

“When it comes to making a law by congressman, senators, or any other politicians, I should try my best to oppose anything contradictory to Shari’a” (Shaykh Muhammad al-Hanooti, North American Fiqh Council)”

Terima kasih kepada semua yang sudi berdiskusi dan berkongsi minat denganku dalam isu ini sepanjang musim UK General Election 2010. (i.e. tag Facebook, Twitter, YG, etc)

Allahu’alam.